Kamis, 08 Desember 2011
manfaat PLTN
Dengan melihat gambaran di atas - yaitu penggantian BBM ke BBG pada pembangkit listrik - yang bisa mengurangi subsidi, maka jika "reformasi" PLN di arahkan kepada pencarian sumber energi alternatif yang murah, niscaya harga TDL tidak perlu naik, bahkan bisa diturunkan. Dalam waktu dekat, misalnya, mungkin PLN bisa menggunakan biofuel yang murah dari minyak jarak. Dengan harga minyak jarak yang bisa mencapai Rp 4000 /liter, niscaya banyak yang bisa dihemat PLN.
Seandainya PLN punya "kebun energi" pohon jarak yang luas (misalnya menggunakan lahan-lahan di bawah sutet) sehingga mencukupi untuk kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik PLN, niscaya PLN akan makin efisien lagi dan TDL akan terjangkau seluruh rakyatIndonesia. Belum lagi bila dikembangkan pembangkit-pembagkit listrik skala kecil seperti mikrohidro, panas bumi, angin, ombak laut, matahari, dan lain-lain - niscaya bangsa Indonesia akan full menikmati listrik. Murahnya biaya listrik akan berkorelasi dengan murahnya biaya hidup. Produk-produk Indonesia pun akan bersaing di pasar internasional karena harga jualnya yang kompetitif.
Di samping pembangkit listrik alternatif yang berteknologi "rendah" (biofuel, panas bumi, matahari, dan angin) - Indonesia pun harus mengembangkan pembangkit energi alternatif berteknolog tinggi - yaitu pembangkit listrik tenaga nulir (PLTN). Meski biaya pembangunan PLTN amat mahal sekitar Rp 20 trilyun untuk kapasitas 1000 MW, tapi setelah berproduksi, harga persatuan listriknya amat kompetitif. Saat ini, misalnya, harga jual listrik dengan bahan bakar konvensional mencapai Rp 4,5-5 sen USD perkilowatt, sedangkan bila pakai bahan bakar nuklir (uranium) harganya Cuma 3,5-4,2 sen USD. Disamping itu, PLTN relatif aman dari polusi udara. PLTU dan PLTG misalnya, melepaskan gas rumah kaca yang amat banyak di udara - sementara pada PLTN tidak ada sama sekali gas tersebut.
Yang lebih penting lagi, karena PLTN padat teknologi tinggi, maka proyek ini pun bisa menjadi "investasi" SDM berkualitas tinggi. Di samping itu, kehadiran PLTN pun bisa dimanfaatkan untuk pusat-pusat penelitian yang lain seperti penelitian pangan, tumbuhan, bahan baku industri, konstruksi, dan lain-lain. Kehadiran PLTN bisa memicu multiplier effect yang besar sekali dalam pembangunan teknogi.
Dengan melihat manfaat PLTN yang besar tersebut, kita tidak heran mengapa negara seperti Iran yang kekayaan BBM-nya masih melimpah ruah, bertekad keras untuk mengembangkan PLTN-nya. Kekhawatiran AS dan sekutunya terhadap kehadiran PLTN di Iran sebetulnya bukan hanya pada kemungkinan dimanfaatkannya PLTN untuk membuat senjata nuklir, tapi juga berkembangnya multiplier effect (SDM kualitas tinggi dan penelitian strategis yang lain) yang bisa didapat dari manfaat samping PLTN. Bila Iran secara SDM kualitasnya amat tinggi, niscaya negara-negara tertentu yang selama ini amat pro-Barat akan ketakutan. Maklumlah sejak revolusi Imam Khomeini, Iran terkenal anti-Barat.
Dalam RDP antara Komisi VII dengan Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Soedyartomo Soentono, diperoleh gambaran bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya empat reaktor PLTN berkapasitas 1000 MW sampai tahun 2025, karena pada saat itu kebutuhan listrik di Indonesia sudah mencapai 100 gigawatt dan porsi PLTN yang diharapkan adalah 4000 MW. Namun demikian, di masa depan bila kebutuhan listrik makin besar, PLTN perlu ditambah lagi.
Indonesia, bisa dikatakan ketinggalan dalam pemanfaatan PLTN. Di dunia, misalnya, sudah ada 441 reaktor PLTN. Sampai tahun 2020 PLTN akan bertambah 126 buah. Dari jumlah itu, 40 di antaranya berada di Cina. Cina sudah bertekad memanfaatkan PLTN yang murah, aman, dan bersih untuk memenuhi kebutuhan 1,3 milyar penduduknya. Kita pun bisa belajar dari Prancis yang telah memenuhi 78 persen kebutuhan listriknya dari PLTN. Jepang juga, sekitar 40 persen kebutuhan listriknya diperoleh dari PLTN.
Sayangnya, bagi Indonesia pembangunan PLTN selalu menuai "kontroversi". Rencana pemerintah untuk membangun PLTN di Jepara, misalnya, beberapa kali kandas di tengah jalan. Banyaknya masyarakat yang kontra dan krisis ekonomi menjadikan rencana pembangunan PLTN terhambat. Padahal, secara SDM, teknologi, dan kerjasama internasional (Badan Energi Atom Internasional atau IAEA sudah mengizinkan Indonesia untuk membangun PLTN) sudah tidak ada masalah.
Sayangnya, pemerintah dan sebagian elemen masyarakat masih kurang percaya diri. Dalam kaitan inilah, pemerintah harus menentukan policy yang tegas: membangun PLTN untuk memperoleh listrik murah, aman, dan bersih secepatnya. Tanpa ada keberanian tersebut, bangsa Indonesia akan tertinggal terus. Sampai kapan? Atau Presiden SBY perlu belajar kenekatan Ahmadinejad yang berani melawan AS ntuk membangun PLTN-nya!
Seandainya PLN punya "kebun energi" pohon jarak yang luas (misalnya menggunakan lahan-lahan di bawah sutet) sehingga mencukupi untuk kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik PLN, niscaya PLN akan makin efisien lagi dan TDL akan terjangkau seluruh rakyatIndonesia. Belum lagi bila dikembangkan pembangkit-pembagkit listrik skala kecil seperti mikrohidro, panas bumi, angin, ombak laut, matahari, dan lain-lain - niscaya bangsa Indonesia akan full menikmati listrik. Murahnya biaya listrik akan berkorelasi dengan murahnya biaya hidup. Produk-produk Indonesia pun akan bersaing di pasar internasional karena harga jualnya yang kompetitif.
Di samping pembangkit listrik alternatif yang berteknologi "rendah" (biofuel, panas bumi, matahari, dan angin) - Indonesia pun harus mengembangkan pembangkit energi alternatif berteknolog tinggi - yaitu pembangkit listrik tenaga nulir (PLTN). Meski biaya pembangunan PLTN amat mahal sekitar Rp 20 trilyun untuk kapasitas 1000 MW, tapi setelah berproduksi, harga persatuan listriknya amat kompetitif. Saat ini, misalnya, harga jual listrik dengan bahan bakar konvensional mencapai Rp 4,5-5 sen USD perkilowatt, sedangkan bila pakai bahan bakar nuklir (uranium) harganya Cuma 3,5-4,2 sen USD. Disamping itu, PLTN relatif aman dari polusi udara. PLTU dan PLTG misalnya, melepaskan gas rumah kaca yang amat banyak di udara - sementara pada PLTN tidak ada sama sekali gas tersebut.
Yang lebih penting lagi, karena PLTN padat teknologi tinggi, maka proyek ini pun bisa menjadi "investasi" SDM berkualitas tinggi. Di samping itu, kehadiran PLTN pun bisa dimanfaatkan untuk pusat-pusat penelitian yang lain seperti penelitian pangan, tumbuhan, bahan baku industri, konstruksi, dan lain-lain. Kehadiran PLTN bisa memicu multiplier effect yang besar sekali dalam pembangunan teknogi.
Dengan melihat manfaat PLTN yang besar tersebut, kita tidak heran mengapa negara seperti Iran yang kekayaan BBM-nya masih melimpah ruah, bertekad keras untuk mengembangkan PLTN-nya. Kekhawatiran AS dan sekutunya terhadap kehadiran PLTN di Iran sebetulnya bukan hanya pada kemungkinan dimanfaatkannya PLTN untuk membuat senjata nuklir, tapi juga berkembangnya multiplier effect (SDM kualitas tinggi dan penelitian strategis yang lain) yang bisa didapat dari manfaat samping PLTN. Bila Iran secara SDM kualitasnya amat tinggi, niscaya negara-negara tertentu yang selama ini amat pro-Barat akan ketakutan. Maklumlah sejak revolusi Imam Khomeini, Iran terkenal anti-Barat.
Dalam RDP antara Komisi VII dengan Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Soedyartomo Soentono, diperoleh gambaran bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya empat reaktor PLTN berkapasitas 1000 MW sampai tahun 2025, karena pada saat itu kebutuhan listrik di Indonesia sudah mencapai 100 gigawatt dan porsi PLTN yang diharapkan adalah 4000 MW. Namun demikian, di masa depan bila kebutuhan listrik makin besar, PLTN perlu ditambah lagi.
Indonesia, bisa dikatakan ketinggalan dalam pemanfaatan PLTN. Di dunia, misalnya, sudah ada 441 reaktor PLTN. Sampai tahun 2020 PLTN akan bertambah 126 buah. Dari jumlah itu, 40 di antaranya berada di Cina. Cina sudah bertekad memanfaatkan PLTN yang murah, aman, dan bersih untuk memenuhi kebutuhan 1,3 milyar penduduknya. Kita pun bisa belajar dari Prancis yang telah memenuhi 78 persen kebutuhan listriknya dari PLTN. Jepang juga, sekitar 40 persen kebutuhan listriknya diperoleh dari PLTN.
Sayangnya, bagi Indonesia pembangunan PLTN selalu menuai "kontroversi". Rencana pemerintah untuk membangun PLTN di Jepara, misalnya, beberapa kali kandas di tengah jalan. Banyaknya masyarakat yang kontra dan krisis ekonomi menjadikan rencana pembangunan PLTN terhambat. Padahal, secara SDM, teknologi, dan kerjasama internasional (Badan Energi Atom Internasional atau IAEA sudah mengizinkan Indonesia untuk membangun PLTN) sudah tidak ada masalah.
Sayangnya, pemerintah dan sebagian elemen masyarakat masih kurang percaya diri. Dalam kaitan inilah, pemerintah harus menentukan policy yang tegas: membangun PLTN untuk memperoleh listrik murah, aman, dan bersih secepatnya. Tanpa ada keberanian tersebut, bangsa Indonesia akan tertinggal terus. Sampai kapan? Atau Presiden SBY perlu belajar kenekatan Ahmadinejad yang berani melawan AS ntuk membangun PLTN-nya!
Pertimbangan pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik (PLTN) adalah penghematan penggunaan sumberdaya nasional, mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi, batubara dan gas bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, serta meningkatkan ketahanan dan kemandirian pasokan energi untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang. "Untuk itu perlu adanya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri," demikian dikatakan Prof Dr Ir Carunia Mulya Firdausy MA APU Deputi Menristek Bidang Dinamika Masyarakat dalam temu ilmiah "Iptek Nuklir untuk Kesejahteraan" yang diselenggarakan di ruang seminar FMIPA UNY.
Nuklir juga dipakai dalam kedokteran
Selain untuk pembangkit listrik, teknologi nuklir juga digunakan dalam dunia kesehatan terutama di bidang kedokteran nuklir. Pemanfaatan radioisotop mempermudah para dokter menemukan lokasi kanker tanpa harus membedahnya, sekaligus untuk membunuh sel-sel kanker lewat radioterapi.
Radioisotop juga dipakai untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dari berbagai kuman penyebab penyakit. Teknologi ini biasanya digunakan untuk alat-alat kedokteran yang tidak tahan terhadap panas tinggi atau mudah bereaksi dengan senyawa kimia dalam cairan pembersih yang digunakan.
Risiko pemanfaatan nuklir di bidang kedokteran diminimalisir dengan memastikan agar dosis radiasi tidak melewati batas aman. Dokter juga akan memberi jeda waktu sebelum menjalani radioterapi atau pemeriksaan radiologi berikutnya agar sel-sel yang sehat tak menjadi rusak karena kebanyak
Selain untuk pembangkit listrik, teknologi nuklir juga digunakan dalam dunia kesehatan terutama di bidang kedokteran nuklir. Pemanfaatan radioisotop mempermudah para dokter menemukan lokasi kanker tanpa harus membedahnya, sekaligus untuk membunuh sel-sel kanker lewat radioterapi.
Radioisotop juga dipakai untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dari berbagai kuman penyebab penyakit. Teknologi ini biasanya digunakan untuk alat-alat kedokteran yang tidak tahan terhadap panas tinggi atau mudah bereaksi dengan senyawa kimia dalam cairan pembersih yang digunakan.
Risiko pemanfaatan nuklir di bidang kedokteran diminimalisir dengan memastikan agar dosis radiasi tidak melewati batas aman. Dokter juga akan memberi jeda waktu sebelum menjalani radioterapi atau pemeriksaan radiologi berikutnya agar sel-sel yang sehat tak menjadi rusak karena kebanyak
Radiasi di deskripsikan dengan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Dengan terjadinya gempa Jepang yang menyebabkan tragedi nuklir, telah menyerap perhatian berita utama akhir-akhir ini. Mudah untuk bertanya kenapa para ilmuwan pernah berpikir, akan jadi ide yang baik jika mendidihkan air dengan uranium dan plutonium? Sedikit efek alami yang ditimbulkan merupakan hal yang salah di mengerti oleh masyarakat seperti radiasi dan radioaktivitas. Sebenarnya ada banyak kegunaan untuk radiasi yang aman dan menguntungkan selain sebagai pembangkit tenaga listrik dan meledakan sesuatu dengan bom. Kali ini ane akan memberikan daftar 10 kegunaan radiasi yang tidak digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan meledakan barang
1. Keamanan

Jika agan pernah pergi ke airport akhir akhir ini, mungkin agan familiar dengan namanya bagian pemerikasaan bagasi dengan sinar-x. Dengan memanfaatkan spektrometer mobilitas ion, mesin ini mampu "mencium" unsur bahan peledak, dan memastikan penerbangan agan sampai selamat ke tujuan tanpa pesawat meledak. Agan mungkin tidak sadar bahwa radiasi juga berperan dalam mendeteksi sisa-sisa bahan peledak dan narkotika
2. Eksplorasi Ruang Angkasa

Ruang antarbintang adalah sebuah tempat yang gelap dan dingin, begitu dingin (mendekati nol mutlak). Sehingga kendaraan angkasa harus menjaga bagian kritisnya tetap hangat sehingga mereka tidak membeku dan terkunci. NASA memecahkan masalah ini dengan menempatkan elemen pemanas yang mengandung bahan radioaktif di daerah kritis. Sebagai materi meluruh, radiokatif memberikan sejumlah kecil panas yang menjaga bagian-bagian penting seperti kamera dan pintu sensor bergerak di suhu mendekati nol mutlak.
3. Pengukuran

Perangkat khusus dan pengukur yang memanfaatkan radiasi digunakan di seluruh manufaktur dan industri untuk membuat pengukuran yang super akurat untuk mengukur barang yang umumnya tidak terdeteksi dengan cara konvensional lainnya. Apakah Agan ingin untuk memeriksa cacat pada pengelasan, kadar cairan dalam sistem tertutup, atau ingin membuat pengukuran yg akurat, pengukuran fisik kecil, radiasi adalah yang agan perlukan sebagai alat untuk mengukur.
4. Sterilisasi / Iradiasi

Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang membutuhkan transfusi darah dapat menghasilkan masalah berat jika mereka terkena antibodi asing dan bakteri dari darah donor. Solusi masalah ini, mengekspos darah yang disumbangkan dengan radiasi, untuk membunuh antibodi yang tidak diinginkan sambil menjaga sel-sel darah merah tetap utuh. Proses yang sama juga memperpanjang umur beberapa makanan favorit agan. Biasanya makanan disterilkan dengan panas (pasteurisasi) untuk membunuh bakteri atau didinginkan untuk memperlambat pembusukan.
1. Keamanan

Jika agan pernah pergi ke airport akhir akhir ini, mungkin agan familiar dengan namanya bagian pemerikasaan bagasi dengan sinar-x. Dengan memanfaatkan spektrometer mobilitas ion, mesin ini mampu "mencium" unsur bahan peledak, dan memastikan penerbangan agan sampai selamat ke tujuan tanpa pesawat meledak. Agan mungkin tidak sadar bahwa radiasi juga berperan dalam mendeteksi sisa-sisa bahan peledak dan narkotika
2. Eksplorasi Ruang Angkasa

Ruang antarbintang adalah sebuah tempat yang gelap dan dingin, begitu dingin (mendekati nol mutlak). Sehingga kendaraan angkasa harus menjaga bagian kritisnya tetap hangat sehingga mereka tidak membeku dan terkunci. NASA memecahkan masalah ini dengan menempatkan elemen pemanas yang mengandung bahan radioaktif di daerah kritis. Sebagai materi meluruh, radiokatif memberikan sejumlah kecil panas yang menjaga bagian-bagian penting seperti kamera dan pintu sensor bergerak di suhu mendekati nol mutlak.
3. Pengukuran

Perangkat khusus dan pengukur yang memanfaatkan radiasi digunakan di seluruh manufaktur dan industri untuk membuat pengukuran yang super akurat untuk mengukur barang yang umumnya tidak terdeteksi dengan cara konvensional lainnya. Apakah Agan ingin untuk memeriksa cacat pada pengelasan, kadar cairan dalam sistem tertutup, atau ingin membuat pengukuran yg akurat, pengukuran fisik kecil, radiasi adalah yang agan perlukan sebagai alat untuk mengukur.
4. Sterilisasi / Iradiasi

Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang membutuhkan transfusi darah dapat menghasilkan masalah berat jika mereka terkena antibodi asing dan bakteri dari darah donor. Solusi masalah ini, mengekspos darah yang disumbangkan dengan radiasi, untuk membunuh antibodi yang tidak diinginkan sambil menjaga sel-sel darah merah tetap utuh. Proses yang sama juga memperpanjang umur beberapa makanan favorit agan. Biasanya makanan disterilkan dengan panas (pasteurisasi) untuk membunuh bakteri atau didinginkan untuk memperlambat pembusukan.
5. Umur Carbon

Karbon 14 memutuskan radioaktif dari waktu ke waktu pada laju yang konstan. Karena kenyataan ini, para ilmuwan menggunakan rasio karbon 14 isotop dalam suatu objek untuk mengetahui perkiraan usia objek. Dengan alat ini kita telah mampu secara akurat umur benda seperti tulang dinosaurus dan manusia purba, memperluas pemahaman kita tentang sejarah alam dan memecahkan teka-teki umur tua seperti, "apakah orang-orang berjalan dengan dinosaurus?"
6. Mutasi Genetik

Kemampuan radiasi untuk mengacaukan DNA Agan dan penyebab segala sesuatu dari kanker menjadi lebih parah didokumentasikan dengan baik dalam pengetahuan budaya dari buku komik ke film, tapi bisakah kemampuan tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan? Dengan mengekspos bibit dengan dosis radiasi, petani menyebabkan mutasi genetik dalam biji mereka dengan sengaja. Tidak seperti apa yang agan mungkin pernah baca di komik, mutasi dari radiasi benar-benar dapat membantu petani mengembangkan sifat-sifat tanaman bermanfaat seperti kekebalan terhadap serangga dan pestisida.

Karbon 14 memutuskan radioaktif dari waktu ke waktu pada laju yang konstan. Karena kenyataan ini, para ilmuwan menggunakan rasio karbon 14 isotop dalam suatu objek untuk mengetahui perkiraan usia objek. Dengan alat ini kita telah mampu secara akurat umur benda seperti tulang dinosaurus dan manusia purba, memperluas pemahaman kita tentang sejarah alam dan memecahkan teka-teki umur tua seperti, "apakah orang-orang berjalan dengan dinosaurus?"
6. Mutasi Genetik

Kemampuan radiasi untuk mengacaukan DNA Agan dan penyebab segala sesuatu dari kanker menjadi lebih parah didokumentasikan dengan baik dalam pengetahuan budaya dari buku komik ke film, tapi bisakah kemampuan tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan? Dengan mengekspos bibit dengan dosis radiasi, petani menyebabkan mutasi genetik dalam biji mereka dengan sengaja. Tidak seperti apa yang agan mungkin pernah baca di komik, mutasi dari radiasi benar-benar dapat membantu petani mengembangkan sifat-sifat tanaman bermanfaat seperti kekebalan terhadap serangga dan pestisida.
7. Membersikan Udara

Membersihkan Batubara merupakan salah satu kata-kata desas-desus dilemparkan sekitar oleh politisi, namun hanya sedikit yang menyadari bahwa salah satu cara menghilangkan emisi dari cerobong asap adalah dengan kejutan listrik cerobong dengan radiasi berkas elektron. Momok lingkungan di mana-mana, merupakan sebuah ironis bahwa radiasi adalah salah satu cara terbaik kita dalam memerangi hujan asam dan menghilangkan bahan kimia seperti belerang dioksida dari asap sebelum mereka pergi ke udara dan mencemarinya
8. Detektor Asap

Pernah mengganti baterai pada detektor asap Agan dan memperhatikan peringatan bahwa ada zat radioaktif di dalam perangkat? Banyak detektor asap yang lebih tua menggunakan zat yang memancarkan radiasi,-amerisium 241, mengendus mencari asap. Ketika partikel asap memutuskan aliran radiasi antara amerisium dan detektor, alarm berbunyi, memberikan agan beberapa detik berharga peringatan ekstra untuk keluar dari rumah atau mengingatkan agan dengan daging pagangan agan.

Membersihkan Batubara merupakan salah satu kata-kata desas-desus dilemparkan sekitar oleh politisi, namun hanya sedikit yang menyadari bahwa salah satu cara menghilangkan emisi dari cerobong asap adalah dengan kejutan listrik cerobong dengan radiasi berkas elektron. Momok lingkungan di mana-mana, merupakan sebuah ironis bahwa radiasi adalah salah satu cara terbaik kita dalam memerangi hujan asam dan menghilangkan bahan kimia seperti belerang dioksida dari asap sebelum mereka pergi ke udara dan mencemarinya
8. Detektor Asap

Pernah mengganti baterai pada detektor asap Agan dan memperhatikan peringatan bahwa ada zat radioaktif di dalam perangkat? Banyak detektor asap yang lebih tua menggunakan zat yang memancarkan radiasi,-amerisium 241, mengendus mencari asap. Ketika partikel asap memutuskan aliran radiasi antara amerisium dan detektor, alarm berbunyi, memberikan agan beberapa detik berharga peringatan ekstra untuk keluar dari rumah atau mengingatkan agan dengan daging pagangan agan.
9. Kedokteran Radionuklir

Salah satu bahaya terbesar dari kejatuhan nuklir adalah menelan partikel kecil radioaktif yang dapat menyebabkan tubuh agan terkena kanker dan penyakit lainnya. Jadi pernakah agan berpikir dengan sengaja menelan zat radioaktif? Dengan mengirimkan bahan radioaktif ke seluruh tubuh, dokter dapat melihat radiasi yang keluar dan menentukan segala macam hal yang penting seperti mengenai fungsi organ, aliran darah, dan bahkan mendeteksi kanker tertentu.
10. Foto Sinar-X (Rontgen)

Wilhelm Rontgen menempatkan penemuan radiasi X-Ray untuk digunakan sebagai pengobatan pada tahun 1895 dengan mengambil gambar tulang di tangannya. Sejak itu sulit membayangkan memiliki prosedur medis modern atau diagnosis tanpa terlebih dahulu memiliki foto sinar-X. Cukup dengan memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam tubuh kita dan melihat apa yang terjadi, radiasi mungkin telah menyelamatkan nyawa lebih banyak dari yang telah diklaim.

Salah satu bahaya terbesar dari kejatuhan nuklir adalah menelan partikel kecil radioaktif yang dapat menyebabkan tubuh agan terkena kanker dan penyakit lainnya. Jadi pernakah agan berpikir dengan sengaja menelan zat radioaktif? Dengan mengirimkan bahan radioaktif ke seluruh tubuh, dokter dapat melihat radiasi yang keluar dan menentukan segala macam hal yang penting seperti mengenai fungsi organ, aliran darah, dan bahkan mendeteksi kanker tertentu.
10. Foto Sinar-X (Rontgen)

Wilhelm Rontgen menempatkan penemuan radiasi X-Ray untuk digunakan sebagai pengobatan pada tahun 1895 dengan mengambil gambar tulang di tangannya. Sejak itu sulit membayangkan memiliki prosedur medis modern atau diagnosis tanpa terlebih dahulu memiliki foto sinar-X. Cukup dengan memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam tubuh kita dan melihat apa yang terjadi, radiasi mungkin telah menyelamatkan nyawa lebih banyak dari yang telah diklaim.
Langganan:
Postingan (Atom)